Cerita Couple Goals Versi “Hello Motion Couple Goals”

Minggu, 05 Desember 2021

Cerita Couple Goals Versi “Hello Motion Couple Goals”


 


Impresi apa yang muncul ketika Jannati mendengar istilah ‘Couple Goals’? Istilah couple goals muncul untuk menyebutkan pasangan yang tampak mesra dan akrab di depan publik, sehingga layak dijadikan panutan. Namun kenyataannya tidak selalu indah seperti itu. Oleh karena itu, simak salah satu versi couple goals yang dibahas oleh TJI Book Review ini, Yuk!

 

Pada hari Jumat, 10 September 2021, di salah satu sesi TJI Book Review yang berkesempatan untuk mengulas buku yang berjudul “Hello Motion Couple Goals.” Tidak seperti Couple Goals pada umumnya, Couple Goals yang dibahas dalam buku ini menceritakan kisah suami istri yang menjalankan bisnis bersama atau Couplepreneur.

 

Poster TJI Book Review - Hello Motion Couple Goals

Buku Hellomotion yang ditulis oleh Wahyu Aditya dan Arie Octaviani tidak membahasa cara, langkah–langkah atau tips–tips mewujudkan couple goals. Namun secara Lebih mendalam, buku ini bercerita soal understanding couple, passion, dan working together.

 

Cover Buku "Hello Motion Couple Goals"

Wahyu dan Arie adalah pasangan yang sukses mewujudkan couple goalsnya, sebab  HelloMotion itu sendiri merupakan usaha yang mereka bangun bersama. HelloMotion merupakan perusahaan yang bergerak di bidang design kreatif yang didirikan oleh Wadit, sapaan akrab wahyu Aditya.

 

Pada mulanya, Arie sang istri bekerja di sebuah stasiun televisi ternama. Dan pada satu kesempatan, Arie memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya itu. Beragam pertimbangan yang muncul dibenaknya saat Wadit, suaminya menawari istrinya untuk bergabung dengan usaha yang sedang dibangunnya itu.

 

Disaat itu Arie ragu karena banyak yang beranggapan jika bekerja di satu tempat dengan pasangan, efek panas dinginnya bisa berimbas ke rumah tangga.  Lantas ia pun mencoba menerima tawaran suaminya itu. Benar saja, dalam buku ini mereka diceritakan bahwa,  mereka sering bertengkar ketika membahas pekerjaan.

 

Tak jarang suatu permasalahan di kantor bisa terbawa sampai kerumah. Tetapi kenyataanya rumah bisa membawa atmosfer ketenangan yang mampu memunculkan rem untuk berhenti membahas permasalahan di kantor.

 

Hal ini didukung dari salah satu kutipan yang ada di buku “Kami tidak pernah merasa takut untuk berbeda pendapat dan memperjuangkan pendapat masing-masing. Karena kami sama – sama sadar bahwa apa yg kami perjuangkan tidak lain untuk kemajuan usaha yang sedang dijalani.”

 

Kedua pasangan ini memiliki pribadi yang unik. Wadit seorang laki laki yang terlahir dengan kesukaan pada seni gambar. Meski selama sekolah seringkali pelajaran seni diremehkan, hanya dua jam pelajaran setiap minggunya. Namun selama dua jam pelajaran seminggu itu, Wadit merasakan kebahagiaan tersendiri.

 

Pendeknya jam pelajaran seni tidak menyurutkan semangat Wadit untuk menekuni apa yang dia senangi. Karena seni adalah kebahagiaannya. Semacam ada emosi mendalam saat ia mampu menghasilkan karya seni.

 

Kecintaannya pada dunia seni terutama pada seni gambar membuat Wadit melanjutkan pendidikan tingginya pada salah satu universitas di Sydney. Di universitas ini ia ditempa oleh Profesional dibidangnya. Setiap perkuliahannya dihadapkan langsung pada layar komputer. Mata kuliah hari itu langsung dipraktekkan dan menghasilkan karya.

 

Berbeda dengan pendidikan yang ia jumpai di Indonesia. Dia pernah mencoba iseng ikut masuk kelas temannya. Dia mendapat dongeng sepanjang perkuliahan padahal untuk mata kuliah dengan jenis yang saat itu ia ikuti, akan jauh lebih efektif jika menggunakan metode pembelajaran yang bersifat teknis ketimbang sekedar teoritis.

 

Sekembalinya dari pendidikan yang ia tempuh di Sydney, dia mencoba membuat portofolio untuk mendapatkan pekerjaan. Beragam perusahaan ia tawari. Ada yang langsung menolak, ada pula yang malah keder menerima Wadit karena menurut perusahaan tersebut Portofolionya terlalu Bagus.

 

Hingga pada satu ketika, ia mendapat email dari salah satu stasiun televisi yang tertarik dengan karya-karya Wadit. Dengan segenap pertimbangan, Wadit mencoba bergabung dengan stasiun televisi tersebut.

 

Tidak putus asa, dia mencoba kembali mendirikan hal yang sama dengan nama yang berbeda dengan menciptakan HelloMotion. Dia tetap mendirikan sesuatu yang bergerak dibidang yang ia sukai. Gampangannya, ia mampu menghasilkan uang dari apa yang disukainya  adalah kebahagiaan tersendiri.

Serangkaian Produk dari HelloMotion

Tidak hanya itu. Dengan memiliki usaha sendiri itu, ia bisa bahagia berkarya, mencukupi kebutuhan rumah tangga dan yang paling penting, bisa sering dekat dengan keluarga.

 

Lalu Keputusan Arie untuk bergabung dengan HelloMotion membawa perubahan signifikan pada proses bisnis HelloMotion. Terutama pada tataran manajerial dan keuangan. Arie melihat ada yang tidak beres dengan perusahaaan yang selama ini dikelola oleh suaminya itu.

 

Wadit seringkali menelorkan ide-ide emas, namun dibelakang itu ternyata terdapat eksekusi yang kurang baik. Seperti saat melahirkan HelloMotion Academy, lahirnya ide HelloMotion Academy berhasil membuat Wadit berada di posisi atas dan mendapat sambutan yang bagus dari rekan kerja juga testimoni yang bagus dari murid–murid HelloMotion Academy.

 

Tetapi dibalik itu, ada ketidakjelasan perencanaan. Seperti tujuannya, langkah apa yang harus dilakukan supaya tujuannya tercapai, lama waktu pengerjaannya, besaran biaya yang dikeluarkan. Jika dibiarkan, tentu ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup perushaaan. Di sinilah peran besar Arie sangat dibutuhkan.

 

Kreatifitas Wadit yang tak terbatasdan selalu muncul kapan saja membuat  Arie memasang kuda-kuda di ranah manajerial. Alhasil, Wadit terfokus pada urusan kreatifias, Arie menentukan mana karya kreatifitas Wadit yang layak untuk perusahaan atau hanya buah dari keisengannya saja.  kontrol kualitas dibawah Arie membawa HelloMotion menapaki puncak kejayaannya.

 

Bagi Arie, membantu Wadit adalah Passionnya. Dia menyadari potensi yang dimiliki oleh Wadit, juga mengetahui titik kelemahan Wadit. Arie mencoba menagkap potensinya, kemudian mengelolanya menjadi lebih cantik.

 

Hal ini didukung dari salah satu kutipan Arie yang ada di buku “cita – citaku adalah membantumu meraih kesuksesan. Aku Ingin Melihatmu berhasil”


Bersama–sama membangun bisnis tidak membuat mereka lupa peran utamanya sebagai Orang tua. Wadit dengan kemampuan gambarnya, sering menggunakan metode bercerita dengan gambar untuk mendidik anak – anaknya. Lalu Arie menyiapkan masa depan anak– anak dengan mengelola keuangan keluarga secara bijak.

Cuplikan Buku "Hello Motion Couple Goals"


Tiada jalan yang mulus. Pasti ada kerikil, batu, cekungan, gelombang naik turun, belokan terjal dalam perjalanan kehidupan. Wadit dan Arie selalu berusaha menikmati apa yang bisa dinikmati. Mensykuri jalan Tuhan yang disuguhkan.  Memaksimalkan yang dimiliki. dan Mengelola yang ada.


Mereka membuktikan bahwa profesionalitas antara suami dan istri tetap ada di ranah pekerjaan. Salah satu tips mereka adalah tidak membawa urusan perbedaan pemikiran di kantor sampai ke rumah. Selebihnya mereka bercerita setiap ada permasalahan di kantor, dan butuh diskusi panjang hingga panas lansung redam ketika melihat anak dirumah.


Sungguh indah sekali bukan, Jannati? Couple Goals seperti apa yang diimpikan oleh Jannati? Silahkan berkomentar dibawah, ya!


0 komentar :

Posting Komentar